WILAYAH DESA TEGALARUM

Desa Tegalarum berbatasan dengan Desa Pangi di sebelah Barat, sebelah utara berbatasan Desa Pesagen, Sebelah Selatan Berbatasan Desa Cabak dan sebelah timur berbatasan Desa Soneyan. Secara Administratif wilayah Desa Tegalarum terdiri 17 RT dan 3 RW. Dan secara Topografi Desa Tegalarum berada di wilayah pegunungan dengan ketinggian antara 135 sampai 190 m dari permukaan laut.

Tegalarum adalah salah satu desa yang terletak di Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah. Desa ini memiliki karakteristik wilayah yang dinamis dengan perpaduan sektor pertanian, pendidikan, dan industri kecil.

Berikut adalah profil wilayah Desa Tegalarum secara umum:

1. Geografis dan Administratif

Lokasi: Terletak di jalur yang cukup strategis di wilayah Kecamatan Margoyoso.

Batas Wilayah: Secara administratif, Tegalarum berbatasan dengan desa-desa tetangga di lingkup Margoyoso (seperti Desa Ngemplak Kidul, Margotuhu Kidul, atau Sekarjalak tergantung titik koordinatnya).

Topografi: Wilayahnya didominasi oleh dataran rendah yang subur, sangat cocok untuk pengembangan lahan pertanian dan pemukiman.

2. Potensi Ekonomi

Ekonomi Desa Tegalarum digerakkan oleh beberapa sektor utama:

Pertanian: Komoditas utama biasanya meliputi padi dan tebu. Selain itu, Margoyoso secara umum terkenal sebagai sentra pengolahan pati tapioka (tepung kanji).

Industri Kecil & UMKM: Banyak warga yang terlibat dalam industri pengolahan hasil pertanian atau sektor perdagangan jasa.

Pasar: Dekat dengan pusat ekonomi kecamatan membuat akses perdagangan masyarakat Tegalarum cukup tinggi.

3. Sektor Pendidikan dan Religi

Margoyoso dikenal sebagai "Kecamatan Santri", dan Tegalarum menjadi bagian dari ekosistem ini:

Terdapat lembaga pendidikan formal mulai dari tingkat dasar hingga menengah.

Kehidupan religius sangat kental dengan adanya masjid, mushola, dan kegiatan pengajian yang rutin dilaksanakan oleh masyarakat setempat.

4. Sosial Budaya

Masyarakat Tegalarum dikenal memegang teguh adat istiadat Jawa dan nilai-nilai gotong royong. Beberapa tradisi yang masih sering dijumpai meliputi:

Sedekah Bumi: Ritual tahunan sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen dan doa keselamatan bagi seluruh desa.

Kegiatan Kemasyarakatan: Aktifnya organisasi seperti PKK, Karang Taruna, dan kelompok tani dalam membangun desa.

5. Sarana dan Prasarana

Pemerintah Desa Tegalarum terus berupaya memperbaiki infrastruktur, di antaranya:

Pembangunan jalan desa (beton/aspal) untuk akses transportasi yang lebih mudah.

Fasilitas kesehatan desa (Posyandu/Polindes).

Kantor balai desa sebagai pusat pelayanan administratif warga.